PERCOBAAN: UANG AJAIB

Posted by KARYA ILMIAH REMAJA SMAN 102 On 21 Des 2016 0 komentar

Uang Merupakan segala sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat umum sebagai alat tukar menukar dalam lalu lintas perekonomian. Yang dapat dipakai untuk melakukan pembayaran baik barang, jasa, maupun hutang baik sekarang maupun di kemudian hari. Kali ini kami dari "Karya Ilmiah Remaja" akan menunjukan bahwa Uang tersebut juga bisa menjadi benda yang keren sekaligus ajaib. Uang tersebut akan di bakar dan dengan tanpa lecet akan tetap utuh seperti semula
  
Jenis Materi   : Percobaan
Waktu            : 2x45menit
Tujuan           : Melakukan sulap membakar uang menjelaskan teori kapilaritas dan kelarutan
Alat dan Bahan

Alat : 

   1. Penjepit kayu
   2. Cawan/Gelas Kimia Besar
   3. Korek Api


Bahan :

  1. Spirtus

  2. Uang Kertas


  3. Air


  4. NaCl/KCl


Cara Kerja :

1.  Campur Air dengan Spirtus dengan perbandingan 2:3

2.  Larutkan NaCl/KCl sampai jenuh


3.  Rendam Uang selama 1 Menit pada larutan NaCL/KCL

4.  Angkat uang tersebut dan Bakarlah uang tersebut




Hasil : 

"Uang akan terbakar namun keadaan uang tetap utuh."




Pembahsan singkat : 

Spirtus dan air adalah larutan dengan polaritas yang berbeda, air melindungi setiap sisi kertas dengan cara meresap ke dalam pori-pori kertas (selulosa) dan spirtus melapisi air sehingga saat uang dibakar yang terbakar adalah spirtus dan dengan air melindungi kertas (uang) dari panasnya api sehingga uang tetap utuh.



Tutorial Lengkap

*) Catatan: Kegiatan ini harus hati-hati karena Spiritus

merupakan bahan yang mudah tersulut api

I. Campurkan Air dengan Spiritus dengan Perbandingan 2:3

II. Larutkan NaCl/KCl sampai jenuh

III. Rendam Uang kedalam larutan jenuh Air-Spiritus

IV. Rendam dan tunggu kurang-lebih hingga 1 menit, lalu angkat.

 V. Siapkan Korek/Pemantik dan bakarlah Uang tersebut.

VI. Jika ingin melakukan kembali. Lakukan lah Proses tersebut dari Nomor ( 3-6 )
   
Uang tersebut akan terbakar namun tidak akan meninggalkan bekas apapun



VIDEO PERCOBAAN


Thanks, For Watching :)

SABTU, 5 SEPTEMBER 2015


AWAL MULA KIR

Posted by KARYA ILMIAH REMAJA SMAN 102 On 19 Sep 2015 0 komentar

         Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) adalah kelompok remaja yang melakukan serangkaian kegiatanyang. menghasilkan suatu hasil yang disebut karya ilmiah. Karya ilmiah itu sendiri mempunyai arti sebagai suatu. karya yang dihasilkan melalui cara berpikir yang menurut kaidah penalaran yang logis, sistematis, rasional dan ada koherensi antar bagian-bagiannya. Sebagai suatu kegiatan ekstrakurikuler di tingkatan SLTP, SMU, SMK, Madrasah bahkan Pondok Pesantren, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) ini merupakan suatu organisasi yang sifatnya terbuka bagi para remaja yang ingin mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini maupun masa mendatang.

 SEJARAH TERBENTUKNYA DI INDONESIA
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) atau Youth Science Club (YSC) awalnya dibentuk untuk remaja yang 
berusia sekitar 12-18 tahun oleh UNESCO pada tahun 1963, tetapi pada tahun 1970 batasan umur 
tersebut dirubah menjadi 12-21 tahun. Youth Science Club (YSC) di Indonesia dikenal dengan nama 
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang terbentuk atas inisiatif remaja Indonesia sendiri. Diawali pada 
tahun 1969, Koran Harian Berita Yudha membentuk Remaja Yudha Club (RYC). Selanjutnya setelah 
difasilitasi oleh LIPI dan mengalami berbagai perkembangan, RemajaYudha Club berubah menjadi 
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

TUJUAN
Tujuan yang harus dicapai oleh anggota KIR secara individual adalah pengembangan sikap ilmiah, 
kejujuran dalam memecahkan gejala alam yang ditemui dengan kepekaan yang tinggi dengan metode 
yang sistematis, objektif, rasional dan berprosedur sehingga akan didapatkan kompetensi untuk 
mengembangkan diri dalam kehidupan.

 MANFAAT
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang dikembangkan di sekolah mempunyai berbagai manfaat bagi siswa, 
guru pembibing maupun bagi sekolah, antara lain sebagai berikut.
 Manfaat Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) bagi siswa adalah:
1.      1.         Membangkitkan rasa ingin tahu terhadap fenomen alam yang berhubungan dengan iptek 
2.       Meningkatkan daya nalar terhadap fenomen-fenomena alam.
3.       Meningkatkan data kreasi dan daya kreatif serta daya kritis.
4.       Menambah wawasan terhadap iptek.
5.       Meningkatkan keterampilan menguasai iptek.
6.       Meningkatkan minat baca terhadap iptek.
7.       Memperluas wawasan komunikasi melalui pengalaman diskusi, debat dan presentasi ilmiah
8.       Mengenal cara-cara berorganisasi.
9.       Sebagai wahana untuk menempa kematangan sikap dan kepribadian
10.   Mengenal sifat-sifat ilmiah, jujur, optimis, terbuka, pemberani, toleransi, kreatif, kritis, danskeptis.
11.   Sebagai ajang uji coba prestasi dan prestise.
12.   Membuka kesempatan untuk mendapatkan prioritas melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

( Copyright: http://kirjakartatimur.blogspot.co.id/2012/01/apa-itu-kir.html )


About Our School: SMAN 102

Posted by KARYA ILMIAH REMAJA SMAN 102 On 0 komentar


SMA Negeri (SMAN) 102 Jakarta merupakan salah satu Sekolah Menegah Atas Negeri yang ada di Provinsi DKI Jakarta, Indonesia. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMAN 102 Jakarta ditempuh dalam waktu tiga tahun.
SMA Negeri (SMAN) 102 Jakarta merupakan salah satu Sekolah Menegah Atas Negeri yang ada di Provinsi DKI Jakarta, Indonesia. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMAN 102 Jakarta ditempuh dalam waktu tiga tahun.
SMA Negeri (SMAN) 102 Jakarta merupakan salah satu Sekolah Menegah Atas Negeri yang ada di Provinsi DKI Jakarta, Indonesia. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMAN 102 Jakarta ditempuh dalam waktu tiga tahun.
SMA Negeri (SMAN) 102 Jakarta merupakan salah satu Sekolah Menegah Atas Negeri yang ada di Provinsi DKI Jakarta, Indonesia. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMAN 102 Jakarta ditempuh dalam waktu tiga tahun.
SMA Negeri (SMAN) 102 Jakarta merupakan salah satu Sekolah Menegah Atas Negeri yang ada di Provinsi DKI Jakarta, Indonesia. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMAN 102 Jakarta ditempuh dalam waktu tiga tahun.


Apakah benar kotoran kerbau bisa menjadi Energi?

Posted by KARYA ILMIAH REMAJA SMAN 102 On 0 komentar


        Permintaan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dunia dari tahun ketahun semakinÿ meningkat, menyebabkan harga minyak melambung. Pemerintah berencana menaikkan lagi harga minyak untuk mengurangi sudsidi yang harus ditanggung oleh APBN. Yang menjadi pertanyaan adalah jika BBM mahal, apakah kita tidak bisa hidup tanpa menggunakan bahan bakar minyak tersebut. Ternyata tidak demikian. Sumber energi alternatip telah banyak ditemukan sebagai pengganti bahan bakar minyak, salah satunya adalah Biogas.
Teknologi biogas sebenarnya bukan sesuatu hal yang baru. Berbagai negara telah mengaplikasikan teknologi ini sejak puluhan tahun yang lalu seperti petani di Inggris, Rusia dan Amerika serikat. Sementara itu di Benua Asia, India merupakan negara pelopor dan pengguna biogas sejakÿ tahun 1900 semasa masih dijajahÿ Inggris, negara tersebut mempunyai lembaga khusus yang meneliti pemanfaatan limbah kotoran ternak yang disebut Agricultural Research instututeÿ dan Gobar Gas Research Station, Lembaga tersebut pada tahun 1980 sudah mampu membangun instalasi biogas sebanyak 36.000 unit. Selain negara negara tersebut diatas, Taiwan, Cina, Korea juga telah memanfaatkan kotoran ternak sebagai bahan baku pembuatan biogas.
Jika kita menggantungkan terus pada Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas sebagai energi utama tanpa mencari alternatip lain maka beban hidup akan semakin berat terutama masyarakat kecil pedesaan padahal ada alternatip yang mudah dengan membuat biogas dari kotoran ternak.
Pemerintah sudah saatnya mengalokasikan sebagian dari pengurangan subsidi BBM untuk mengembangkan biogas dari kotoran ternak keseluruh pelosak pedesaan.
Sudah saatnya pula kita berfikir dan berusaha mengembangkan kreatifitas untuk mengembangkan energi alternatip dari kotoran ternak, karena sudah banyak hasil penelitian ilmiah yang berhasil. Kegiatan yang harus kita lakukan sekarang adalah mengaplikasikan hasil penelitian tersebut untuk kepentingan masyarakat. Usaha ini juga harus didukung dengan mengubah pola pikir masyarakat untuk menerima kehadiran teknologi baru.
HASIL SAMPINGAN TERNAK
Ternak sapi, kerbau, kuda, ayam petelur, kambing banyak dipelihara oleh masyarakat pedesaan sebagai usaha sampingan selain bercocok tanam. Limbah dari usaha tersebutÿ berupa limbah padat dan limbah cair seperti feses, urine, sisa makanan, kulit telur, lemak, darah, bulu, kuku dan lain lainnya. Volume dan jenis limbah tergantung pada jenis dan banyaknya ternak yang dipelihara. Feses, urine, sisa makanan yang merupakan limbah utama dari ternak selama ini oleh masyarakat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Pemanfaatan Limbah ternak selama ini belum optimal, karena sebelum kotoran ternak itu dijadikan pupuk organik terlebih dahulu dapat diproses untuk menghasilkan biogas dimana gas itu dapat digunakan untuk memasak menggantikan minyak tanah ataupun gas LPG.
Disisi lain, peternakan juga menjadi penyebab timbulnya pencemaran air, bau tak sedap, mengganggu pemandangan dan bahkan sebagai sumber penyakit. Kita ingat belum lama ini dengan timbulnya wabah flu burung. Dengan adanya teknologi biogas seluruh permasalahan lingkungan akibat pencemaran dapat dikurangi.
PRINSIP PEMBUATAN BIOGAS
Prinsip pembuatan biogas adalah adanya dekomposisi bahan organik secara anaerobik (tertutup dari udara bebas) untuk menghasilkan gas yang sebagian besar adalah berupa gas metan (yang memiliki sifat mudah terbakar) dan karbon dioksida, gas inilah yang disebut biogas.
Proses dekomposisi anaerobik dibantu oleh sejumlah mikroorganisme, terutama bakteri metan. Suhu yang baik untuk proses fermentasi adalah 30-55°C, dimana pada suhu tersebut mikroorganisme mampu merombak bahan bahan organik secara optimal. Hasil perombakan bahan bahan organik oleh bakteri adalah gas metan seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:
Tabel : Komposisi biogas (%) kotoran sapi dan campuran kotoran ternak dengan sisa pertanian
Jenis gas: Biogas
Campuran kotoran + sisa pertanian: Metan (CH4), Karbon dioksida (CO2), Nitrogen (N2), Karbon monoksida (CO), Oksigen (O2), Propena (C3H8), Hidrogen sulfida(H2S), sedikit Nilai kalor (kkal/m2).
MEMBANGUN INSTALASI BIOGAS
Bangunan utama dari instalasi biogas adalah Digester yang berfungsi untuk menampung gas metan hasil perombakan bahan bahan organik oleh bakteri. Jenis digester yang paling banyak digunakan adalah model continuous feeding dimana pengisian bahan organiknya dilakukan secara kontinu setiap hari. Besar kecilnya digester tergantung pada kotoran ternak yamg dihasilkan dan banyaknyaÿ biogas yang diinginkan.
Lahan yang diperlukan sekitar 16 m2. Untuk membuat digester diperlukan bahan bangunan seperti pasir, semen, batu kali, batu koral, bata merah, besi konstruksi, cat dan pipa prolon.
Lokasi yang akan dibangun sebaiknya dekat dengan kandang sehingga kotoran ternak dapat langsung disalurkan kedalam digester. Disamping digester harus dibangun juga penampung sludge (lumpur) dimana slugde tersebut nantinya dapat dipisahkan dan dijadikan pupuk organik padat dan pupuk organik cair.
Setelah pengerjaan digester selesai maka mulai dilakukan proses pembuatan biogas dengan langkah langkah sebagai berikut:
1. Mencampur kotoran sapi dengan air sampai terbentuk lumpur dengan perbandingan 1:1 pada bak penampung sementara. Bentuk lumpur akan mempermudah pemasukan kedalam digester
2. Mengalirkan lumpur kedalam digester melalui lubang pemasukan. Pada pengisian pertama kran gas yang ada diatas digester dibuka agar pemasukan lebih mudah dan udara yang ada didalam digester terdesak keluar. Pada pengisian pertama ini dibutuhkan lumpur kotoran sapi dalam jumlah yang banyak sampai digester penuh.
3. Melakukan penambahan starter (banyak dijual dipasaran) sebanyak 1 liter dan isi rumen segar dari rumah potong hewan (RPH) sebanyak 5 karung untuk kapasitas digester 3,5 - 5,0 m2. Setelah digester penuh, kran gas ditutup supaya terjadi proses fermentasi.
4. Membuang gas yang pertama dihasilkan pada hari ke-1 sampai ke-8 karena yang terbentuk adalah gas CO2. Sedangkan pada hari ke-10 sampai hari ke-14 baru terbentuk gas metan (CH4) dan CO2 mulai menurun. Pada komposisi CH4 54% dan CO2 27% maka biogas akan menyala.
5. Pada hari ke-14 gas yang terbentuk dapat digunakan untuk menyalakan api pada kompor gas atau kebutuhan lainnya. Mulai hari ke-14 ini kita sudah bisa menghasilkan energi biogas yang selalu terbarukan. Biogas ini tidak berbau seperti bau kotoran sapi. Selanjutnya, digester terus diisi lumpur kotoran sapi secara kontinu sehingga dihasilkan biogas yang optimal.
Pengolahan kotoran ternak menjadi biogas selain menghasilkan gas metan untuk memasak juga mengurangi pencemaran lingkungan, menghasilkan pupuk organik padat dan pupuk organik cair dan yang lebih penting lagi adalah mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian bahan bakar minyak bumi yang tidak bisa diperbaharui.


SEMINAR KARYA ILMIAH

Posted by KARYA ILMIAH REMAJA SMAN 102 On 11 Sep 2015 0 komentar



          Penelitian atau riset berasal dari bahasa inggris research yang artinya adalah proses pengumpulan informasi dengan tujuan meningkatkan, memodifikasi atau mengembangkan sebuah penyelidikan atau kelompok penyelidikan. Karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
          Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.
          Pada kesempatan hari ini kita akan membahas mengenai Rancangan Penelitian Ilmu Pengetahuan Sosial untuk lebih mendetail maka silahkan anda baca beberapa keterangan berikut.

RANCANGAN PENELITIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Copyright: Google Drive, And SMAN 48


Setelah mengetahui kerangka serta struktur dari sebuah karya tulis ilmiah maka buatlah kelompok masing-masing terdiri dari 4-5 orang untuk mendiskusikan serta berlatih untuk membuat sebuah karya tulis yang benar sesuai dengan ketentuannya.
 
Sabtu, 19 September 2015